Banyak yang meminta resep sama saya dengan tambahan kata2 “kalo tidak rahasia”, bagi saya tidak ada yang dirahasiakan soal resep, semua orang boleh tau dan semua orang boleh nyoba, mau modif juga boleh, bahkan kalo hasilnya lebih bagus itu sangat menyenangkan. Saya mendapatkan resep kebanyakan dari internet, buku, majalah dan the most inspiring dari “NCC”, sebagian di utak-atik sendiri sendiri dengan berbagai macam kegagalan.

untuk memenuhi beberapa keinginan teman tentang resep2 kue yang saya buat, maka saya mencoba menuliskan satu persatu.
Dimulai dari “Putu Ayu” kenapa putu ayu? karena pertama : ini adalah kue yang pertama menjadi eksperimen saya, kedua : kue ini favorit saya (sebelum bisa membuat kue yang macem2 :-) ).
Ketiga : ini adalah kue jualanku yang pertama

tanpa pengalaman tanpa ilmu nyoba bikin, hasilnya selalu bantet, sampai suatu ketika nemu artikelnya bu fat di web-nya NCC, twii….ng langsung dech berhasil….he…he…he… lupa berkat mixer pemberian teman “lexus” thank you so much, karena sebelumnya ngocok kue pake kocokan tangan, mixerku yg jarang dipake dipake sekali aja langsung rusak :-( . Resep ini saya modif dari resep di buku “jajanan pasar mini modern” karya siapa yach…lupa, nyari bukunya nggak ketemu
OK dech ini dia resepnya (jadi kebanyakan cerita)


Bahan :
250 gr gula pasir
4 btr telur
1 sdt Cake Emulsifier (SP/TBM)
300 gr Tepung terigu
250 ml Santan
pasta pandan secukupnya (lebih bagus lagi pake air daun suji, tapi karena skrg sudah susah mendapatkannya ya pake pasta pandan saja)

1 btr kelapa parut
1 sdt garam (aduk rata)

Cara membuat :
1. Kocok gula, telur, dan cake emulsifier hingga mengembang (kental berjejak)
2. Masukkan tepung sedikit demi sedikit bergantian dengan santan, aduk rata
3. masukkan pasta pandan, aduk rata.
4. siapkan cetakan putu ayu, oles dengan minyak, letakkan kelapa parut tekan2, tuang adonan hingga 3/4 cetakan.
5. kukus 20 menit, sajikan.

Tips :
1. Panaskan kukusan (dandang) hingga mendidih.
2. Alasi tutup kukusan (dandang) dengan serbet bersih supaya uap airnya tidak menetes ke adonan.
3. Kocok adonan hingga benar2 kental berjejak (ketika kocokan diangkat adonan tidak menetes)
4. kalo saya lebih suka mengukus dulu kelapa parut spy lebih tahan (tidak cepat basi)

OK dech….selamat mencoba :-)